Truk-truk yang membawa makanan, obat-obatan dan perlengkapan
kebersihan mulai memasuki Kota Madaya, Suriah untuk memberikan bantuan
kemanusiaan bagi kota yang diisolasi sejak Juli 2015 itu.
Madaya menjadi perhatian dunia setelah foto-foto yang memperlihatkan
warga kota yang mengalami kelaparan akibat blokade yang dilakukan rezim
Pemerintah Suriah dan milisi Hezbollah tersebar luas di dunia maya.
Foto-foto itu menimbulkan kemarahan dunia dan seruan untuk segera
memberikan bantuan kemanusiaan ke wilayah itu.
Lembaga Dokter Tanpa Batas (Medecins Sans Frontieres/MSF) melaporkan
lima orang lagi telah meninggal dunia di Madaya akibat kelaparan pada
Minggu (10/1/2016). Mereka juga melaporkan ada sedikitnya 200 orang
lainnya yang mengalami kekurangan gizi dan membutuhkan bantuan
secepatnya.
Laporan yang dilansir The Guardian,
Selasa (12/1/2016) menyebutkan bahwa penduduk Madaya hidup dengan
mengkonsumsi daun dan rumput karena kekurangan makanan sejak blokade
diberlakukan Juli 2015. Bantuan kemanusiaan terakhir yang diterima warga
Madaya datang pada Oktober 2015.
Selain Madaya, dua desa lainnya di utara Suriah, Foah dan Kefraya
juga menerima nasib yang sama. Desa dengan penduduk mayoritas Syiah itu
juga mengalami blokade yang dilakukan oleh pasukan pemberontak.
Palang Merah internasional telah menjanjikan akan mengirimkan bantuan
kemanusiaan ke tiga kota tersebut sejak Jumat (8/1/2016) setelah
mendapat izin dari Pemerintah Suriah. Palang Merah meminta akses ke
lokasi-lokasi tersebut tidak dihalangi ataupun dihambat.
sumber :okzone.com
sumber :okzone.com





0 komentar:
Posting Komentar