Minggu, 13 Desember 2015

Kegitan Fogging KSR PMI Anoa Melati

0 komentar



Penularan DBD terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti / Aedes albopictus betina yang spade sebelumnya telah membawa virus dalam tubuh nyadari penderita demam berdarah lain. Nyamuk aedes aegypti berasal dari Brasil dan Etiopia, dan sering menggigit manusia pada waktu pagi dan siang. Orang yang beresiko terkena demam berdarah adalah anak-anak yang berusia dibawah 15 tahun, dan sebagian besar inggal di lingkungan lembab, serta daerah pinggiran kumuh. Penyakit DBD sering terjadi di daerah tropis, dan muncul pada musim penghujan. Virus ini kemungkinan muncul akibat pengaruh musim atau alam serta perilaku manusia.

Kegiatan foging (pengasapan) ini bertujuan untuk memberantas nyamuk Aedes Agepty serta 

mencegah timbulnya penyakit DBD di Kec.Kendari Barat, Kelurahan Watu-Watu, Rt01,Rw04. Dan 

Kel. Punggaloba, RT13-RW05.



Kegiatan sosialisasi dan fogging berlangsung seharian, termasuk perjalanan berangkat dan pulang yang cukup menyita waktu dengan perbandingan jarak yang ditempuh. Kegiatan tersebut pada dasarnya lancar sesuai rencana, tetapi terdapat sedikit perubahan dikarenakan mobil yang memuat alat fogging mengalami kecelakaan dengan mempertimbangkan kondisi yang ada waktu pelaksanaan fogging sedikit tertunda.
Keterlambatan alat Fogging berakibat pada perubahan jadwal. Pelaksanaan fogging tertunda untuk menunggu alat fogging. Tidak sampai disitu saja alat fogging  yang telah ada sempat mengalami masalah sehingga kegiatan kembali tertunda. Keputusan tersebut berakibat pada berubahnya rencana awal. Termasuk keterlambatan sampai di tujuan.
Panitia mempunyai tugas untuk melakukan sosialisasi, di mulai dari rumah Ketua RT dan kemudian didampingi oleh ketua RT melakukan sosialisasi pencegahan DBD sekaligus memberikan informasi tentang kegiatan fogging. Selanjutnya Panitia yang bertugas melakukan fogging di temani dengan kawan-kawan dari dinas kesehatan pelabuhan melakukan fogging di kel watu-watu kemudian berlanjut ke kel.Punggoloba. Antusias warga yang sangat besar membuat pelaksanaan fogging dan penyuluhan berjalan dengan lancar, tidak semua warga mendukung kegiatan ini ada sebagian warga yang menolak dilakukan fogging dikerenakan kekawatiran akan dampak yang akan di timbukan oleh asap fogging, seperti lantai rumah yang jadi berminyak dan jemuran yang akan berbau asap, akan tetapi setelah dijelaskan manfaat fogging oleh panitia warga yang menolak akhirnya bersedia untuk di fogging. 



Continue reading ...
 

Blogger news

Blogroll

About

Copyright © KSR PMI Anoa Melati Design by BTDesigner | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger