Penularan DBD terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes
aegypti / Aedes albopictus betina yang spade sebelumnya telah membawa virus
dalam tubuh nyadari penderita demam berdarah lain. Nyamuk aedes aegypti berasal
dari Brasil dan Etiopia, dan sering menggigit manusia pada waktu pagi dan
siang. Orang yang beresiko terkena demam berdarah adalah anak-anak yang berusia
dibawah 15 tahun, dan sebagian besar inggal di lingkungan lembab, serta daerah
pinggiran kumuh. Penyakit DBD sering terjadi di daerah tropis, dan muncul pada
musim penghujan. Virus ini kemungkinan muncul akibat pengaruh musim atau alam
serta perilaku manusia.
Kegiatan foging (pengasapan) ini bertujuan untuk
memberantas nyamuk Aedes Agepty serta
mencegah timbulnya penyakit DBD di Kec.Kendari Barat, Kelurahan Watu-Watu, Rt01,Rw04.
Dan
Kegiatan sosialisasi
dan fogging berlangsung seharian, termasuk perjalanan berangkat dan pulang yang
cukup menyita waktu dengan perbandingan jarak yang ditempuh. Kegiatan tersebut
pada dasarnya lancar sesuai rencana, tetapi terdapat sedikit perubahan dikarenakan
mobil yang memuat alat fogging mengalami kecelakaan dengan mempertimbangkan
kondisi yang ada waktu pelaksanaan fogging sedikit tertunda.
Keterlambatan
alat Fogging berakibat pada perubahan jadwal. Pelaksanaan fogging tertunda
untuk menunggu alat fogging. Tidak sampai disitu saja alat fogging yang telah ada sempat mengalami masalah
sehingga kegiatan kembali tertunda. Keputusan tersebut berakibat pada
berubahnya rencana awal. Termasuk keterlambatan sampai di tujuan.
Panitia
mempunyai tugas untuk melakukan sosialisasi, di mulai dari rumah Ketua RT dan
kemudian didampingi oleh ketua RT melakukan sosialisasi pencegahan DBD
sekaligus memberikan informasi tentang kegiatan fogging. Selanjutnya Panitia
yang bertugas melakukan fogging di temani dengan kawan-kawan dari dinas
kesehatan pelabuhan melakukan fogging di kel watu-watu kemudian berlanjut ke
kel.Punggoloba. Antusias warga yang sangat besar membuat pelaksanaan fogging dan
penyuluhan berjalan dengan lancar, tidak semua warga mendukung kegiatan ini ada
sebagian warga yang menolak dilakukan fogging dikerenakan kekawatiran akan
dampak yang akan di timbukan oleh asap fogging, seperti lantai rumah yang jadi
berminyak dan jemuran yang akan berbau asap, akan tetapi setelah dijelaskan
manfaat fogging oleh panitia warga yang menolak akhirnya bersedia untuk di
fogging.



